Translate

Rabu, 10 Oktober 2012

Tokoh-tokoh Pembaruan dalam Islam (1)


saya disini akan menyajikan beberapa tokoh-tokoh pembaruan dalam Islam.

1. Muhammad Abduh (1849-1905)
Tokoh pembaruan Islam ini dilahirkan dari keturunan orang besar yaitu Umar bin Khatab. Sebelum terjun dalam pergerakan ia belajar dengan Jamaludin Al-Afgani di universitas Al-Ahzar. Dari pembelajarannya ini ia mulai terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran modernisasi dari gurunya. Dalam melakukan gerakan pembaruan ia melaksanakannya dengan menulis artikel di media massa seperti di koran Al-Ahram.

Mereka berpendapat bahwa masuknya berbagai macam bid'ah ke dalam ajaran Islam, membuat umat Islam lupa akan ajaran Islam yang sebenarnya.

Pemikiran-pemikiran pembaruan yang menjadi kemajuan dalam pembaruan Islam adalah:
a. Untuk menafsirkan kemurnian ajaran Islam harus digunakan cara dengan membuka pintu Ijtihad.
b. Setiap umat muslim agar dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern maka harus mau menghargai akal dengan jalan merasionalisasikan ajaran Islam itu sendiri.
c. Negara Islam harus mengakui konstitusi sehingga ada pembatasan kekuasaan dari seorang pemimpin.
d. Melakukan modernisasi sistem pendidikan di Al-Ahzar.


2. Muhammad Ridho (1815-1935)
Menurut sejarah silsilah keluarganya tokoh pembaruan Islam ini adalah keturunan dari Nabi Muhammad saw. Pemikiran pembaruan yang membangun tokoh ini terbentuk dari seringnya membaca artikel maupun opini yang ada di koran Al-Urwatul Wusqa pimpinan Jamaludin Al-Afgani dan Muhammad Abduh. Kemudian ia berguru kepada dua orang tadi.

Pemikiran pembaruan yang keluar dari Muhammad Rasyid Ridho adalah:
a. Pemikiran kaum Jabariah yang menyesatkan harus ditinggalkan demi kemajuan Islam.
b. Akal dijadikan sebagai dasar pemikiran dalam menafsirkan Al-Qur'an dan Hadits akan tetapi harus mengendahkan prinsip-prinsip umum.
c. Kemunduran negara Islam diakibatkan karena umat Islam terjebak dalam pandangan bid'ah dan kurrafat.
d. Sistem pemerintagan yang modern justru tidak sesuai dengan syariat Islam maka harus kembali ke khalifah.
e. Dalam memilih khalifah harus seorang mujtahid besar dengan bantuan para ulama dalam meneragkan prinsip hukum Islam sesuai dengan tuntutan jaman.


3. Sir Muhammad Iqbal (1873-1938 )
Beliau termasuk muslim pertama di anak benua India yang sempat mendalami pemikiran barat modern dan mempunyai latar belakang pendidikan yang bercorak tradisional intelektual Islam. Pemikiran pembaruan dibentuk ketika ia belajar di Murray College Sialkot dan berguru dengan ulama besar Sayyid Mir Hasan. Setelah menyelesaikan studinya ia mendapatkan julukan sebagai filsuf, penyair, dan mujadid (pembaru pemikiran Islam).

Pemikiran-pemikiran yang dikeluarkan oleh beliau adalah sbb:
a. Syariat Islam harus dapat mengikuti perkembangan modernisasi maupun pembaruan di dunia.
b. Pembatasan dalam pola berpikir umat Islam sebagai penyebab kemunduran Islam di dunia.
c. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi syarat mutlak agar umat Islam tidak ketinggalan dengan bangsa Arab.
d. Pandangan umat Islam terhadap zuhud tidak memperhatikan pada masalah-masalah sosial dan keduniaan.
d. Dinamisasi pemikiran Islam harus dilakukan dengan cara membuka pintu ijtihad.

4. Muhammad Ali Pasha (1765-1849)
Dalam melakukan pergerakan modernisasi, beliau menitikberatkan pada kemajuan pendidikan. Hal ini dilakukan agar umat Islam tidak mengalami ketinggalan dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di dunia.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut:
a. Bidang militer, yaitu mendirikan sekolah militer dengan tenaga didik dari negara Perancis.
b. Bidang pendidikan, usaha yang dilakukan adalah dengan membangun sekolah-sekolah yang memiliki jurusan yang berbeda-beda.
c. Bidang ekonomi, yaitu dengan melakukan pengambilalihan tanah negara untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya.


5. Syah Waliyullah (1703-1762)
Beliau dilahirkan dari keluarga yang memiliki keturunan dari Umar bin Khatab. Dalam melakukan pembaruan Islam selalu dilakukan dalam menciptakan berbagai karya sastra Arab antara lain Hajjalul Ballgan, Fuyud al-Haramain, dan al-Fauzul Kabir Fi Usulit-Tafsir. Untuk mempermudah mengajarkan Islam modern yang sesuai dengan ajaran Islam di Persia beliau menerjemahkan Al-Qur'an ke dalam bahasa Persia.

Ide-ide yang dikembangkan:
a. Perubahan pemerintahan Islam yaitu dari khalifah menjadi kerajaan.
b. Ide perubahan pemerintahan membawa pengaruh terhadap perubahan sistem politik yaitu dari demokrasi menjadi monarki absolut.
c. Bahwa pecahnya umat Islam di dunia diakibatkan dengan berkembangannya aliran Islam.
d. Masuknya ajaran dari budaya maupun adat istiadat suatu golongan masyarakat membawa penyimpangan terhadat tauhid Islam.

Biodata Syeikh Ahmad Khatib al-Minankabawi



Syeikh Ahmad Khatib al-Minankabawi – Imam dan khatib Masjid al-Haram Mekah -, Pelopor Gerakan Pembaruan di Minangkabau dan Tanah jawi (Nusantara)
Salah seorang pelopor gerakan pembaruan di Minangkabau yang menyebarkan pikiran-pikirannya dari Mekah pada awal abad ke-20 adalah Syekh Ahmad Khatib EL Minangkabawy (1855).[1]
Syekh Ahmad Khatib adalah turunan dari seorang hakim gerakan Padri yang sangat anti penjajahan Belanda. Ia dilahirkan di Bukittinggi (lahir Isnin, 6 Zulhijjah 1276 H/26 Jun 1860 M, wafat 9 Jamadilawal 1334 H/13 Mac 1916 M) dalam catatan lainnya beliau dilahirkan pada tahun 1855 oleh ibu bernama Limbak Urai, yang adalah saudara dari Muhammad Shaleh Datuk Bagindo, Laras, Kepala Nagari Ampek Angkek yang berasal dari Koto Tuo Balaigurah, Kecamatan Ampek Angkek Candung. Ayahnya adalah Abdullatief Khatib Nagari, saudara dari Datuk Rangkayo Mangkuto, Laras, Kepala Nagari Kotogadang, Kecamatan IV Koto, di seberang ngarai Bukittinggi.
Baik dari pihak ibu ataupun pihak ayahnya, Ahmad Khatib adalah anak terpandang, dari kalangan keluarga yang mempunyai latar belakang agama dan adat yang kuat, anak dan kemenakan dari dua orang tuanku Laras dari Ampek dan Ampek Angkek. Ditenggarai, bahwa ayah dan ibu Ahmad Khatib dipertemukan dalam pernikahan berbeda nagari ini, karena sama-sama memiliki kedudukan yang tinggi dalam adat, dari keluarga tuanku laras, dan latar belakang pejuang Paderi, dari keluarga Pakih Saghir dan Tuanku nan Tuo.
Sejak kecilnya Ahmad Khatib mendapat pendidikan pada sekolah rendah yang didirikan Belanda di kota kelahirannya. Ia meninggalkan kampung halamannya pergi ke Mekah pada tahun 1871 dibawa oleh ayahnya. Setelah berada di Mekah barulah beliau mendapat pendidikan agama yang mendalam daripada ulama Mekah terutama Sayid Bakri Syatha, Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan, Syeikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makki dan lain-lain. Sampai dia menamatkan pendidikan, dan menikah pada 1879 dengan seorang putri Mekah Siti Khadijah, anak dari Syekh Shaleh al-Kurdi, maka Syekh Ahmad Khatib mulai mengajar dikediamannya di Mekah tidak pernah kembali ke daerah asalnya.
Syekh Ahmad Khatib, mencapai derajat kedudukan yang tertinggi dalam mengajarkan agama sebagai imam dari Mazhab Syafei di Masjidil Haram, di Mekah. Syeikh Ahmad Khatib al-Minankabawi – Imam dan khatib Masjid al-Haram Mekah. Sebagai imam dari Mazhab Syafe’i, ia tidak melarang murid-muridnya untuk mempelajari tulisan Muhammad Abduh, seorang pembaru dalam pemikiran Islam di Mesir.
Dalam penelitian yang dilakukan, didapati Syeikh Ahmad Khatib al-Minankabawy adalah seorang ulama yang paling banyak melakukan polemik dalam pelbagai bidang. Sebagai catatan ringkas di antaranya ialah polemik dengan golongan pemegang adat Minangkabau, terutama tentang hukum pusaka.
Syeikh Ahmad Khatib al-Minangkabawy menyanggah beberapa pendapat Barat tentang kedudukan bumi, bulan dan matahari, serta peredaran planet-planet lainnya yang beliau anggap bertentangan dengan pemikiran sains ulama-ulama Islam yang arif dalam bidang itu.
Sehubungan ini, Syeikh Ahmad Khatib al-Minangkabawy sangat menentang ajaran Kristian terutama tentang `triniti’. Dalam permasalahan mendirikan masjid untuk solat Jumaat, Syeikh Ahmad Khatib al-Minankabawy berkontroversi dengan Sayid Utsman (Mufti Betawi) dan beberapa ulama yang berasal dari Palembang dan ulama-ulama Betawi lainnya.
Syekh Ahmad Khatib sangat terkenal dalam menolak dua macam kebiasaan di Minangkabau, yakni peraturan-peraturan adat tentang warisan dan tarekat Naqsyahbandiyah yang dipraktekkan pada masa itu. Kedua masalah itu terus menerus dibahasnya, diluruskan dan yang tidak sejalan dengan syari’at Islam ditentangnya.
Pemahaman dan pendalaman dari Syekh Ahmad Khatib el Minangkabawy ini, kemudian dilanjutkan oleh gerakan pembaruan di Minangkabau, melalui tabligh, diskusi, dan muzakarah ulama dan zu’ama, penerbitan brosur dan surat-kabar pergerakan, pendirian sekolah-sekolah seperti madrasah-madrasah Sumatera Thawalib, dan Diniyah Puteri, sampai ke nagari-nagari di Minangkabau, sehingga menjadi pelopor pergerakan merebut kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam beberapa karya Ahmad Khatib menunjukkan bahwa barang siapa masih mematuhi lembaga-lembaga “kafir”, adalah kafir dan akan masuk neraka. Kemudian, semua harta benda yang diperoleh menurut hukum waris kepada kemenakan, menurut pendapat Ahmad Khatib harus dianggap sebagai harta rampasan.read more atau download disini

Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan


Mengawali tulisan ini, saya ingin memberikan beberapa pemikiran dalam rangka upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan melalui proses pembelajaran. Pokok-pokok pikiran ini merupakan bagian dari visi dan misi sekolah.
Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.
Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya.
Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.
Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru, melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih, 2002).
Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget, dalam Wilis:154). Hal senada dikatakan Margaretha S.Y., (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas.
Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya.
Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya), learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru.
Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM), sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan.
Siswa boleh saja berpikir secara global, tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Artinya, setiap orang/siswa perlu belajar apa pun, bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia, namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Dengan cara kerja seperti itu, kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan, melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain, sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar.
Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih, baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi, maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Mohamad Yunus, penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. Dengan mendirikan Grameen Bank, dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.
Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada:
1. Berpusat pada peserta didik
2. Mengembangkan kreativitas peserta didik
3. Suasana yang menarik, menyenangkan, dan bermakna
4. Prinsip pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM)
5. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna
6. Belajar melalui berbuat, peserta didik aktif berbuat
7. Menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan
8. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya
9. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.read more atau download disini

Pengertian Ijtihad, Kedudukan, Dasar Hukum, dan Syarat-Syarat Ijtihad


PengertianIjtihad

Kata ijtihad (ar-ijtihad) berakar dari kata al-Juhd yang berarti al-taqhah (daya, kemampuan, kekuasaan) atau dari kata al-Jahd yang berarti al masyqqah (kesulitan, kesukaran). Dari ijtihad menurut pengertian kebahasaannya bermakna “badal al wus” wal mahud” (pengerahan daya kemampuan), atau pengerahan segala daya kemampuan dalam suatu aktivitas dari aktivitas-aktivitas yang sukar dan berat.

Dari pengertian kebahasaan terlihat dua unsur pokok dalam ijtihad, daya atau kemampuan 2 objek yang sulit dan berat. Daya dan kemampuan disni dapat diklasifikasikan secara umum, yang meliputi daya, fisik-material, mental-spiritual dan intelektual. Ijtihad sebagai terminology keilmuan dalam Islam juga tidak terlepas dari unsur-unsur tersebut. Akan tetapi karena kegiatan keilmuan lebih banyak bertumpu pada kegiatan intelektual, maka pengertian ijtihad lebih banyak mengarah pada pengerahan kemampuan intelektual dalam memecahkan berbagai bentuk kesulitan yang dihadapi, baik yang dihadapi individu maupun umat manusia secara menyeluruh. Dalam rumusan definisi ijtihad yang dikemukakan ibnu Hazm berbunyi;

“Ijtihad dalam syariat ialah pencurahan kemampuan dalam mendapatkan hukum suatu kasus dimana hukum itu tidak dapat diperoleh”.

KedudukanIjtihad

Ijtihad diberlakukan dalam berbagai bidang, yakni mencakup akidah, mu’amalah (fiqih), dan falsafat. Akan tetapi,  yang menjadi permasalahan di sini adalah mengenai kedudukan hasil ijtihad. Persoalan tersebut berawal dari pandangan mereka tentang ruang lingkup qath’i tidaknya suatu dalil. Ulama ushul memandang dalil-dalil yang berkaitan dengan akidah termasuk dalil qath’i, sehingga dibidang ini tidak dilakukan ijtihad. Mereka mengatakan bahwa kebenaran mujtahid di bidang ilmu kalam hanya satu. Sebaliknya, golongan mutakalimin memandang bahwa di bidang ilmu kalam itu terdapat hal-hal yang zhaniyat, karena ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan persoalan tersebut adalah ayat-ayat mutasyabihat Read More

Power Point: Himpunan

 
HIMPUNAN

¨     Menyatakan masalah sehari-hari dalam bentuk himpunan  dan mendata anggotanya
¨     Menyebutkan anggota dan bukan anggota himpunan
¨     Menyatakan notasi himpunan
¨     Mengenal himpunan kosong dan notasinya
¨     Mengenal himpunan semestA


PENGERTIAN HIMPUNAN
1.Kumpulan 4 huruf pertama dalam abjad
2. Kumpulan alat makan
3. Kumpulan objek pensil, bola, tongkat

Himpunan  adalah kumpulan benda atau objek yang didefinisikan dengan jelas


untuk power point dapat di download Disini

Pengertian, Prinsip dan Komponen Pembelajaran Kontekstual


A.     Pengertian Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan konteks yang terbatas, sedikit demi sedikit, dan proses mengkonstruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat (Nurhadi, 2004:13). Sedangkan menurut Sanjaya (2005:109) “pendekatan kontekstual merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka”. Pada dasarnya pembelajaran kontekstual guru di dalam menyampaikan konsep pembelajaran berusaha memberikan sesuatu yang nyata bukan sesuatu yang abstrak sesuai dengan lingkungan sekitar anak, sehingga pengetahuan yang diperoleh anak dengan pembelajaran di kelas merupakan pengetahuan yang dimiliki dan dibangun sendiri, ada keterkaitan dengan penerapan kehidupan sehari-hari yang bisa dijadikan bekal untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan berdasarkan pengetahuan yang telah dibangun dan dimilikinya.
B.     Komponen Pembelajaran Kontekstual
Komponen utama pembelajaran kontekstual di kelas antara lain ada tujuh sebagai berikut: (a) Konstruktivisme (Constructivism), (b) Bertanya (Questioning), (c) Menemukan (Inquiry), (d) Masyarakat belajar (Learning Community), (e) Pemodelan (Modeling), (f) Refleksi (Reflection), (g) Penilaian sebenarnya (Authentic Assement) (Nurhadi, 2004:31).
Adapun uraian dari ketujuh komponen tersebut adalah; read more

Senin, 08 Oktober 2012

Tips Membentuk Bokong

Beri perhatian serius pada bokong Anda, sehingga bokong Anda akan menjadi lebih kencang dan berisi.

Dalam melakukan olah raga, seringkali bagian bokong kurang mendapat perhatian. Agar otot sekitar bokong menjadi kencang, Andrea Metcalf, penulis buku Naked Fitness, berbagi tips untuk membentuk bokong menjadi kencang.

Namun kuncinya adalah untuk konsisten melakukannya setidaknya seminggu tiga kali. Jika ingin terbentuk lebih cepat, lakukan setiap hari.

Double Knee Leg Lift
, dimulai dengan berlutut lalu perlahan turunkan posisi tubuh. Gunakan satu tangan untuk menumpu badan. Angkat satu lutut ke atas sebanyak 20 kali, kemudian tahan 10 hitungan dan ulangi 10 kali.

Speed Skates, berdiri dengan kaki sejajar lalu silangkan kaki kiri ke depan kaki kanan seperti posisi skating. Letakkan kaki dalam posisi jinjit, sehingga terasa ada peregangan. Kemudian lompatlah ke sisi yang lain sehingga kaki kanan menyilang ke depan dan kaki kiri menapak di belakang. Lakukan secara bergantian.

Curtsy, sejajarkan kedua kaki lalu langkahkan satu kaki ke belakang. Turunkan badan dengan menekukkan lutut Anda (lutut kaki yang menapak ke belakang jangan menyentuh lantai). Kedua kaki membentuk sudut sama sisi. Kembalikan posisi kaki hingga sejajar lalu ganti dengan kaki yang lain. Lakukan 20 kali pengulangan.

Bridge Ball Curts, berbaring dengan punggung lurus lalu lakukan di atas stability ball. Perlahan angkat pinggul Anda, lalu gulingkan bola menggunakan kaki menjauh dan mendekat dari tubuh Anda.
Powered By Blogger