Translate

Kamis, 11 Oktober 2012

KHUTBAH 'IDUL FITRI



Pelajaran Dari Ramadhan
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan puja kehadirat Allah swt karena pada pagi hari ini
kita masih diberikan karunia untuk melakukan shalat ied, setelah sebelumnya kita diberi
kesempatan untuk menunaikan ibadah puasa. Mudah-mudahan kita dapat mensyukuri karunia ini
dengan sungguh-sungguh karena seringkali kita lupa akan karunia Allah ini. Karunia kesehatan dan
kebahagiaan.
Dapat kita bayangkan kondisi saudara-saudara kita lainnya yang tidak seberuntung kita semua pada
saat ini, dimana ada saudara kita yang sakit sehingga tidak dapat menunaikan ibadah puasa dan
shala ied. Betapa irinya mereka terhadap kita. Ada pula kaum Muslimin yang harus merayakan
akhir Ramadhan ini di medan pertempuran, jauh dari sanak saudara. Ada pula kaum Muslimin yang
harus merayakan lebaran ini dari tempat pengungsian.
Sungguh beruntung kita semua karena Allah memberikan kemudahan dan kebahagiaan bagi kita
semua. Untuk itulah mari sekali lagi kita syukuri karunia Allah ini. Marilah kita kumandangkan
takbir.
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar,
laa ilaha illAllahu akabar.
Allahu akbar wa Lillah ilhamd
Hadirin yang dimuliakan Allah. Ramadhan baru saja berlalu. Pelajaran apa yang dapat kita peroleh?
Mari kita umpamakan Ramadhan ini sebagai sebuah sekolahan. Kita sebut sekolahan ini dengan
nama “sekolah Ramadhan”.
Ramadhan sebagai sebuah sekolah khusus
Sebelum menilik kepada pelajaran yang kita peroleh, mari kita lihat dahulu keistimewaan sekolahan
“Ramadhan ini”. Kita akan tempat “sekolah Ramadhan” ini di Indonesia, dimana mayoritas
penduduknya beragama Islam. Sekolah Ramadhan ini berbeda dan memiliki kekhususan dalam
banyak hal.
Hal yang pertama, setiap orang Islam wajib masuk sekolah ini. Tapi sekolah Ramadhan ini tidak
dipungut biaya.
Hal yang kedua, semua orang tahu aturan sekolah. Semua orang, bahkan anak kecil pun, tahu
lonceng masuk sekolah berbunyi pada saat kita masuk ke waktu Subuh. Dan semua orang tahu
bahwa waktu sekolah usai pada malam hari. Di dalam masa “sekolah” ini semua orang tahu
peraturan “sekolahan”, seperti larangan makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.
Karena semua orang tahu, maka cobaan pun lebih mudah dihindari. Tidak ada orang yang menawari
makan atau minum di siang hari. Bahkan waktu kerja pun seringkali dipersingkat. Kesempatan
untuk beribadah diperbesar. Pokoknya, berbagai hal dipermudah.
Bayangkan jika anda harus menjalankan puasa di negeri orang yang orang Islamnya minoritas,
sehingga mereka tidak tahu apa itu puasa. Tidak ada perilaku khusus. Kerja tetap panjang waktunya.
Godaan makan dan minum lebih banyak.
Apalagi jika anda tinggal di negeri yang memiliki empat musim; winter (musim dingin), spring
(musim semi), summer (musim panas), dan fall (musim gugur). Puasa bisa saja jatuh di musim
panas (summer) yang siang harinya lebih panjang daripada malam hari. Puasa anda bisa dimulai
BR/versi 1.4/16 Desember 2001 1
dari pukul 2 pagi sampai pukul 9 malam. Mungkin kita hanya sempat berbuka dan langsung dilanjut
dengan sahur.
Demikian nikmatnya sekolah Ramadhan di negara kita ini.
Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar walillah ilhamd.
Ramadhan itu juga memiliki keistimewaan sebagaimana diutarakan dalam hadits ini
“Jika tiba Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup
serta syetan-syetan dibelenggu.” (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim)
Jadi di sekolah Ramadhan itu gangguan dari syetan ditiadakan. Jadi kalau kita masih berkelakuan
dan berpikiran jahat, maka itu bukan perbuatan syetan melainkan dari diri kita sendiri. Lagi-lagi ini
sebuah kemudahan.
Hal yang ketiga, berbeda dengan sekolahan dimana kita dinilai atau diuji oleh seorang guru, maka
di sekolahan Ramadhan ini kita menilai diri sendiri. Tidak ada ebtanas. Ujiannya adalah antara kita
dan Allah swt.
Ketika kita melakukan puasa, tidak ada orang lain yang tahu apakah kita benar-benar melakukannya
dengan baik kecuali diri sendiri. Tidak ada orang yang tahu kalau kita makan sambil sembunyisembunyi
kemudian pura-pura masih berpuasa. Tentu saja Allah tahu. Jadi yang menilai adalah diri
kita sendiri dan Allah karena puasa ini milik Allah. Disebutkan dalam sebuah hadits:
Setiap amal anak Adam bagi dirinya. Satu kebaikan diberi balasan dengan sepuluh
kebaikan yang serupa hingga tujuh ratus kali. Allah berfirman, 'Kecuali puasa. Puasa
itu bagi-Ku dan Aku membalasnya. Dia meninggalkan makanan karena Aku,
meninggalkan minuman karena Aku dan meninggalkan istrinya karena Aku'.
(Diriwayatkan Al-Bukhary, Muslim, Malik, Abu Daud, At-Tirmidzy dan An-Nasa'y)
Puasa ini tidak untuk apa-apa atau siapa-siapa, kecuali hanya untuk Allah.
Pelajaran yang dapat dipetik
Ada banyak pelajaran yang kita peroleh dari sekolah Ramadhan ini. Berikut ini adalah beberapa
contoh pelajaran yang kita terima.
Lapar dan dahaga
Pelajaran yang paling minimal yang dapat dipetik dari Ramadhan adalah lapar dan dahaga. Ini
pelajaran yang paling rendah.
“Berapa banyak orang yang berpuasa, namun yang diperolehnya dari puasanya itu
hanyalah lapar dan dahaga saja.” (HR Khuzaimah dan Thabrani)
Dari sini kita belajar bahwa lapar dan dahaga itu tidak enak. Terbayang oleh kita saudara-saudara
kita yang ditimpa musibah sehingga mereka tidak dapat makan dan minum senikmat kita. Mohon
kita bedakan mereka ini dengan orang-orang malas yang tidak mau bekerja. Masih banyak saudara
kita yang meski telah berusaha, akan tetapi masih kesulitan mendapatkan makanan.
Seringkali kita menggunakan alasan lapar dan dahaga di bulan Ramadhan ini untuk tidak dapat
bekerja dengan baik. Lemas pak. Pusing pak. Bayangkan apabila anda, anak anda, kerabat anda,
anak buah anda lapar. Apakah mereka dapat bekerja, bersekolah, atau melakukan kegiatan dengan
baik?
BR/versi 1.4/16 Desember 2001 2
Untuk itu marilah kita berusaha dan bekerja agar kita tidak lapar, agar keluarga kita tidak lapar. Dan
bantulah kerabat dan tetangga agar mereka juga tidak lapar.
Kemampuan mengendalikan diri sendiri
Kita sebenarnya memiliki kemampuan pengendalian diri yang luar biasa. Ketika kita meniatkan
untuk melakukan sesuatu, maka niat tersebut dapat terlaksanan. Bayangkan, kita melakukan puasa
selama sebulan hanya karena niat! Kita tidak makan, minum, merokok, dan melakukan hal-hal yang
membatalkan puasa hanya karena sebuah niat! Kita tidak mencela orang, menjelek-jelekkan orang,
menggosip, hanya karena sebuah niat! Ketika darah mendidih marah, maka kita menahan diri
bersabar dan mengatakan: 'maaf saya sedang berpuasa.' Ternyata kita mampu menahan nafsu
amarah hanya karena sebuah niat! Nawaitu! Luar biasa.
Bagi seorang dewasa dia tahu bahwa dia tidak mendapatkan hadiah (paling tidak, tidak secara
langsung) atau mendapatkan bonus karena puasanya. Tapi toh puasa itu dilakukan juga. Kalau kata
sebuah iklan, ini bukan saja luar biasa, tapi “rrruaaarrr... biasa”. Ini kendali diri yang luar biasa
yang kadang-kadang kita tidak sadari.
Bagi anak-anak, mungkin ikut puasa karena disuruh oleh orang tuanya. Meskipun demikian, ini
masih luar biasa. Mampu mengendalikan diri sendiri di usia anak-anak. Juga luar biasa. Anak-anak
juga memulai kebiasaan shalat, tarawih, dan melakukan kegiatan keagamaan lainnya.
Kebaikan berangkat dari kebiasaan. Namun, keburukan juga berangkat dari kebiasaan. Jadi
kebiasaan yang baik harus dimulai dari sejak kecil.
Kita harus rayakan kemenangan kita ini!
Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar.
Zakat
Di akhir bulan Ramadhan ini kita membayar zakat. Zakat ini juga merupakan sebuah ujian
kepatuhan kita. Apakah kita patuh kepada Allah ataukah kita lebih mementingkan uang? Takut
miskin? Berapalah uang yang kita bayarkan untuk zakat?
Untung (atau rugi?) bahwa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq tidak berada di tengah-tengah kita.
Kalau ada, maka mungkin kita berhadapan dengan pedang Abu Bakar. Mengapa kita perlu ditakuttakuti
dengan pedang Abu Bakar baru mau membayar zakat? Coba simak ayat berikut
“Dan, orang-orang yang dalam hartanya terdapat bagian tertentu, bagi orang (miskin)
yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).”
(Al-Ma'arij: 24-25)
Jika anda tidak mau membayar zakat, maka Allah akan mengambilnya dari anda. Misalnya melalui
musibah, kecopetan, sakit, kebutuhan ini itu yang tidak anda rencanakan. Yang bukan hak anda
pasti akan memisahkan diri. Apakah kita mau bermain-main kucing-kucingan dengan Allah?
Berani? Bayarlah zakat sehingga kita bisa tenang.
Bagi para Muslimin yang belum mampu membayar zakat, mengapa belum? Jadikan ini sebagai
target tahun depan! Tahun depan, kami harus mampu bayar zakat!
Bagaimana jika gagal?
Meski sekolahan Ramadhan ini mendapat perlindungan khusus, tapi mungkin masih juga gagal.
Banyak penyebab kegagalan ini. Jika kita gagal karena sakit atau halangan lain, itu bisa dimaklumi.
Nanti kita bayar.
BR/versi 1.4/16 Desember 2001 3
Namun jika kita gagal melaksanakan tugas yang diwajibkan dalam bulan Ramadhan ini tanpa alasan
yang kuat, maka kita harus berhati-hati sebab dengan segala kemudahan yang telah diberikan oleh
Allah, kita masih gagal juga. Bayangkan syetan dibelenggu saja kita masih kalah. Apalagi jika
syetan-syetan ini dilepas! Ajakan-ajakan dan godaan-godaan untuk melakukan maksiat akan lebih
dahsyat lagi. Tentunya lebih sulit lagi melaksanakan perintah-perintah Allah.
Kegagalan ini harus menjadi sebuah peringatan keras.
Pasca Ramadhan, Selepas Ramadhan
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt. Ramadhan telah berlalu. Entah dia akan menjadi saksi
yang meringankan kita atau malahan menjadi saksi yang memberatkan.
“Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa
berkata, 'Ya Rabbi, aku mencegahnya makanan dan syahwat, maka berilah aku syafaat
karenanya.' Al-Qur'an berkata, 'Aku mencegahnya tidur pada malam hari, maka
berilah aku syafaat karenanya'. Beliau bersabda, 'Maka keduanya diberi syafaat',”
(Diriwayatkan Ahmad)
Semoga Al-Qur'an dan puasa memintakan syafaat bagi kita pada hari kiamat kelak. Amin.
Waktu melatih diri telah selesai. Masuklah kita kepada praktek sehari-hari. Mampukah kita
mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi kita yang telah kita raih di Ramadhan? Apakah kita
kembali lagi menjadi pecundang (loosers), orang yang kalah?
Jika kita kalah, bagaimana mengharapkan orang lain untuk menang?
Sedih rasanya melihat ketidak mampuan kita untuk mengenda diri. Kita lihat wakil-wakil rakyat
yang berperilaku seperti anak-anak. Dimana hilangnya kesabaran kita? Kemana larinya kemampuan
kita untuk melakukan puasa dan shalat lail? Ternyata kita hanya menjadi seorang Ramadhani saja,
yaitu orang yang mengingat Allah kala Ramadhan saja. Dalam sebuah ceramahnya, Syaikh Al-
Qardhawy mengatakan bahwa barangsiapa yang menyembah bulan Ramadhan, sesungguhnya bulan
Ramadhan itu telah mati dan berlalu. Sementara Allah tidak pernah mati dan senantiasa hidup. Di
antara orang salaf ada yang berkata:
“Seburuk-buruk orang ialah yang tidak mengenal Allah kecuali pada bulan Ramadhan.
Maka jadikanlah diri anda seorang Rabbani, dan jangan menjadi Ramadhani.”
Mudah-mudahan kita termasuk orang yang lebih baik dari itu. Mudah-mudahan Ramadhan ini
membekas di hati kita dan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan ini
menjadi tetap. Jika tidak 100% melekat, mungkin sekian persen saja. Mudah-mudahan kita masih
diberi kesempatan untuk melakukan sekolah Ramadhan lagi di tahun depan. Dan mudah-mudahan
kita dapat lebih baik lagi.
Hadirin sekalian.
Hari ini kita masuk ke bulan Syawal dan merayakan Idul Fitri. Hari ini kita kembali kepada fitrah
yang suci, kembali kepada lembaran yang bersih. Semuanya ini dalam rangka meningkatkan taqwa
kita. Membersihakan hati kita ini semata-mata hanyalah ibadah kepada Allah swt. Dalam sebuah
kata-kata hikmah dikatakan:
Bukanlah yang disebut hari raya itu hanya untuk orang yang berpakaian baru saja, atau
alat parabot rumah tangga yang baru saja. Tapi yang dinamakan hari raya itu adalah
bagi orang yang bertambah taatnya kepada Allah swt.
Selain melestarikan Hablum Minallah, Idul Firti ini juga berfungsi sebagai sarana Hablum
BR/versi 1.4/16 Desember 2001 4
Minannas, sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Maka hendaklah kita saling maafmemaafkan
secara lahir dan batin, atas segala perbuatan kita yang telah lalu.
Sebagai seorang manusia, kita tidak bisa lepas dari sifat salah dan lupa. Kita adakan Silaturrahmi
kepada sanak famili, kita ajak putra-putri kita kepada famili agar saling mengenal sehingga kita
dapat memberi nasihat menuju kebenaran. Di samping itu, kita juga bersilaturrahmi kepada orangorang
Muslim dimana saja berada. Tersebutlah dalam hadist Rasulullah saw:
“Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ialah pahalanya orang yang berbuat
baik dan menyambung kefamilian, yakni silaturrahmi. Dan yang paling cepat
mendatangkan kejahatan, ialah sisksaan orang yang berbuat jahat dan memutuskan
hubungan (kekeluargaan)”. (HR. Ibu Majah)
Kami pribadi mohon maaf lahir dan batin, andaikata kami terdapat kesalahan dan kehilafan dalam
tingkah laku maupun ucapan. Sudilah hadirin memaafkan dengan setulus hati. Dan semoga kita
selalu mendapat taufiq dan hidayah dari Allah dan berbahagia dunia sampai di akhirat.
Akhirnya, marilah kita menundukkan hati kita ke hadirat Allah SWT, memohon ridha dan
perkenanNya.
Ya Allah, ya Tuhan kami. Engkau maha mengetahui, ya Allah terhadap kelemahan-kelemahan
kami, terhadap kekurangan-kekurangan kami.
Engkaulah tempat kami menyembah. Engkaulah tempat kami memohon.
Ya Allah, ya Tuhan kami, kami mohon Engkau ampuni, ya Rabbi, bahwa pada waktu Engkau
memberi karuniaMu, kami mungkin kurang dapat mensyukuri nikmat, namun pada waktu Engkau
memberi cobaan, kami masih pula meragukan kasih sayangMu.
Ya Allah, ya Tuhan kami, berikanlah kami kekuatan serta kemampuan untuk melangkah ke depan,
dimana kami akan tersesat tanpa petunjukMu, kami akan merugi tanpa ridha dan tuntunanMu.
Ya Allah, ya Tuhan kami, curahilah kami dengan rahmat dan nikmatMu, sinarilah hati kami dengan
cahayaMu. Berikanlah kami bimbingan untuk dapat berjalan dijalanMu. Tunjukkanlah kami jalan
yang lurus, yaitu jalan yang Engkau ridhai. Berilah kami kemampuan untuk mengikuti jalan yang
lurus itu ya Allah.
Ya Allah, jadikanlah kami orang-oran yang Engkau karuniai dengan keimanan dan ketaqwaan yang
kokoh kepadaMu, sehingga kami mampu melawan segala tantangan dan hambatan.
Wabillahitaufik wal hidayah,
Wassalamu 'alaikum warakhmatullahi wa barakatuh

Metode-Metode Pembelajaran


1. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat tertentu. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
Metode ini disebut juga dengan metode kuliah atau metode pidato.
Kekurangan metode ini adalah
1) Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada guru saja.
2) Murid seakan diharuskan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh guru, meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru dianggap selalu benar
Untuk bidang studi agama, metode ceramah ini masih tepat untuk dilaksanakan. Misalnya, untuk materi pelajaran akidah.
2. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya.
Tujuan metode ini adalah
1) Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran-pikirannya.
2) Mengambil suatu jawaban actual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan atas pertimbangan yang saksama
Macam-macam diskusi yaitu
1) Diskusi informal
2) Diskusi formal
3) Diskusi panel
4) Diskusi simpusium
3. Metode Demonstrasi
Metode ini adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan sesutau kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan yang sedang disajikan.
Tujuan metode ini adalah memperjelas pengertian konsep atau suatu teori.
Diantara keuntungan metode ini adalah
1) Perhatian anak dapat dipusatkan dan titik berat yang dianggap penting dapat diamati secara tajam
2) Proses belajar anak akan semakin terarah karena perhatiannya akan lebih terpusat kepada apa yang didemonstrasikan
3) Apabila anak terlibat aktif, maka mereka akan memperoleh pengalaman atau pengetahuan yang melekat pada jiwanya dan ini berguna dalam pengembangan kecakapannya.
4. Metode Penugasan
Suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya pertanggungjawaban terhadap hasilnya. Tugas tersebut dapat berupa
· Mempelajari bagian dari suatu teks buku
· Melaksanakan sesuatu yang tujuannya untuk melatih kecakapannya
· Melaksanakan eksperimen
· Mengatasi suatu permasalahan tertentu
· Melaksanakan suatu proyek
5. Metode Sosiodrama
Suatu cara mengajar dengan cara pementasan semacam drama atau sandiwara yang diperankan oleh sejumlah siswa dan dengan menggunakan naskah yang telah disiapkan terlebih dahulu.
Tujuan metode ini adalah
· Melatih keterapilan social
· Menghilangkan perasaan-perasaan malu dan renda diri
· Mendidik dan mengembangkan kemampuan mengemukakan pendapat
· Membiasakan diri untuk sanggup menerima pendapat orang lain
6. Metode Latihan (drill)
Suatu cara mengajar yang digunakan dengan cara memberikan latihan yang diberikan guru kepada murid agar pengetahuan dan kecakapan terentu dapat menjadi atau dikuasi oleh anak.
Tujuan dari metode ini adalah
· Memberikan umpan balik (feedback) kepada guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar
· Untuk menentukan angka kemajuan atau hasil belajr masing-masing anak didik
· Menempatkan anak didik dalam situasi belajar mengajra yang tepat.
· Anak dapat mempergunakan daya berfikirnya semakin baik
· Pengetahuan anak didik agar semakin bertambah dari berbagai segi.
Perikasaan latihan atau ulangan dapat dilakukan dengan cara
· Secara klasikal
· Secara individu
· Pencocokan dengan kunci jawaban yang telah disediakan sebelumnya
7. Metode Kerja Kelompok
Kerja kelompok elompok itu ada dua macam
· Kerja kelompok jangka pendek
Kelompok ini dapat dilaksanakan dalam kelas dalam waktu yang singkat kurang lebih 20 menit.
· Kerja kelompok jangka menengah
Dilaksanakan dalam beberapa hari karena adanya tugas yang cukup memakan waktu yang agak panjang.
8. Metode Proyek
Metode mengajar dengan cara memberikan bermacam-macam permasalahan dan anak didik bersama-sama menghadapi masalah tersebut dan memecahkannya secara bersama-sama dengan mengikuti langkah-langkah secara ilmiah, logis, dan sistemastis.
Metode ini disebut juga dengan metode pengajaran unit
Tujuan metode ini adalah untuk melatih anak didik agar berfikir ilmiah, logis, dan sistematis.
9. Metode Karyawisata
Metode ini adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau objek yang bersejarah atau memiliki nilai pengetahuan untuk mempelajari dan menelilti sesuatu.
10. Metode Tanya jawab
Metode Tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk sejumlah pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi ada pula dari siswa kepada guru.
11. Metode Eksperimen
Suatu metode yang dilakukan dalam suatu pelajaran tertentu terutama yang bersifat objektif, seperti ilmu pengetahuan alam, baik dilakukan di dalam/di luar kelas maupun dalam suatu laboratorum tertentuMetode pemahaman dan penalaran
12. Metode Kisah Atau Cerita
Merupakan suatu cara mengajar dengan cara meredaksikan kisah untuk menyampaikan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
13. Metode Tutorial
Metode ini adalah cara mengajar dengan memberikan bantuan tutor. Setelah siswa diberikan bahan ajar, kemudian siswa diminta untuk mempelajari bahan ajar tersebut.
14. Metode Perumpamaan
Suatu metode yang digunakan untuk mengungkapkan suatu sifat dan hakikat dari realitas sesuatu atau dengan cara menggambarkan seseuatu dengan seseuatu yang lain yang serupa.
15. Metode Suri Tauladan
Metode menajar dengan cara memberikan contoh dalam ucapan, perbuatan, atau tingkah laku yang baik dengan harapan menumbuhkan hasrat bagi anak didik untuk meniru atau mengikutinya.
16. Metode Peringatan dan Pemberian Motivasi
Metode mendidik dengan cara memberikan peringatan kepada anak tentang sesuatu dan memberikan motivasi agar memiliki semangat dan keinginan untuk belajar dan mempelajari sesuatu.
17. Metode Praktek
Metode mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda dengan harapan anak didik mendapatkan kejelasan dan kemudahan dalam mempraktekan materi yang dimaksud.
18. Metode Pemberian Ampunan dan Bimbingan
Metode mengajar dengan cara memberikan kesempatan kepada anak didik memperbaiki tingkah lakunya dan mengembangkan dirinya.
19. Metode Tulisan
Metode mendidik dengan cara penyajian huruf atau symbol apapun yang bertujuan untuk mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui.

Rabu, 10 Oktober 2012

Tokoh-tokoh Pembaruan dalam Islam (2/Habis)


Melanjutkan postingansebelumnya

6. Sultan Mahmud ll (1785-1839)
Pada masa melakukan gerakan pembaruan Islam ia sudah diangkat menjadi khalifah. Pengangkatannya dilakukan pada tahun 1807 M. Hal-hal yang dilakukan dalam melakukan gerakan pembaruan Islam adalah sbb:
a. Melaksanakan sistem pemerintahan demokrasi.
b. Pengkultusan sultan sebagai orang suci dihilangkan dalam pandangan masyarakat Islam.
c. Melakukan pembangunan dalam pendidikan yaitu dengan memberlakukan kurikulum umum dalam lembaga pendidikan madrasah.
d. Membangun sekolah-sekolah administrasi yang bernama maktebi ma'arif agar mendapatkan sumber daya manusia yang terampil. Kemudian mendirikan sekolah bahasa yang disebut ulum'i edebiyet bertujuan untuk mendapatkan tenaga penerjemah.
d. Mendirikan sekolah kedokteran dan militer agar memperkuat kesehatan dan keamanan di negaranya.

7. Toha Husaein (1889-1973)
Beliau adalah sejarawan dan filsuf yang mendukung gagasan Muh. Ali Pasha, ia merupakan seorang pendukung modernisasi yang gigih.


8. Syayid Qutub dan Yusuf Al Qurdawi (1906-1966)
Al Qurdawi menekankan perbedaan modernisasi dan pembaratan. Pandangan ini cukup mewakili pandangan mayoritas kaum muslimin secara umum. Dunia Islam relatif terbuka untuk menerima ilmu pengetahuan dan teknologi.


9. Sir Sayid Ahmad Khan (1838-1898 )
Belau pemikir yang menyerukan saintifikasi masyarakat muslim. Dia merasa wajib membebaskan kaum muslim dengan melenyapkan unsur yang tidak ilmiah dari pemahaman terhadap Al-Qur'an, hasilnya adalah teologi yang memiliki karakter atau sifat ilmiah dalam tafsir Al-Qur'an.


10. Jamaluddin Al Afgani (1838-1897)
Salah satu sumbangan terpenting di dunia Islami yang diberikan oleh Jamaluddin yaitu gagasannya mengilhami kum muslimin di Turki, Iran, Mesir, dan India. Ia mengagungkan ilmu pengetahtan barat, ia tidak melihat adanya kontradiksi antara Islam dan ilmu pengetahuan.

Pembaruan di negara-negara Timur Tengah meluas hingga ke Indonesia, pengaruh dari pembaruan tersebut antara lain:
1. Tokoh-tokoh muslim seperti Haji Miskin, Haji Faris, dan Haji Abdul Rahman sepulang dari tanah such Mekah mereka terilhami oleg paham Muh. Abdul Wahab akhirnya muncul gerakan Paderi di Sumatera dimana gerakan tersebut membersihkan ajaran Islam yang telah tercemar dengan perbuatan yang bukan Islam. Hal ini menyebabkan pertentangan antara golongan.

2. Pada tahun 1903 M murid-murid Ahmad Khotib Al-Minangkabawy seorang utama besar bangsa Indonesia yang mendapat kedudukan mulia di kalangan masyarakat dan pemerintah Arab, kembali dari tanah such Mekah. Murid-murid Syekh Ahmad Khatib menjadi pelopor gerakan pembaruan di Minangkabau dan akhirnya berkembang ke seluruh Indonesia.
Mereka antara lain:
a. Daud Rosyidi
b. Jamil Jambik
c. K. H. Ahmad Dahlan
(Pendiri Muhammadiyah)

3. Munculnya berbagai organisari dan kelembagaan Islam modern di Indonesia yaitu:
A. Jamiatul Khoir
(1905) di Jakarta.
B. Matla'ul Anwar
(1905) di Menes Banten.
C. SDI
(Serikat Dagang Islam) tahun 1911 di Solo.
D. Muhammadiyah
tahun 1912 di Yogjakarta.
E. Al Irsyad (1914)
G. Persis
(Persatuan Umat Islam) tahun 1923
F. Nahdatul Ulama
(NU) di Surabaya pada tanggal 13 Januari 1926 oleh KH. Hasyim Asy'ari
Powered By Blogger